Memilih Kartu Kredit Dengan Kurs Mata Uang Asing Yang Lebih Rendah

 

Transaksi kartu kredit dengan nominal mata uang asing makin meningkat, didorong oleh antara lain tren traveling ke luar negeri dan belanja online di situs luar negeri. Umumnya, nasabah tidak terlalu peduli dengan kurs yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit. Tapi ada juga yang kaget ketika menerima lembar tagihan dan menemukan kurs yang dikenakan jauh lebih tinggi dibandingkan nilai yang mereka pikir, atau lebih tinggi dari estimasi yang diberitahukan saat konfirmasi transaksi online.

 

Upaya mencari informasi ke pihak bank biasanya akan menemukan jalan buntu. Customer Service akan memberikan jawaban bahwa kurs ditentukan oleh pihak jaringan kartu kredit (VISA atau MasterCard). Konsumen biasa hanya bisa menggerutu, sedangkan pedagang hanya bisa pasrah bahwa kalkulasi biaya barang dagangannya keliru.

 

Hal pertama yang perlu dipahami, tiap transaksi dengan kartu kredit memiliki dua tanggal, yaitu tanggal transaksi dan tanggal pencatatan yang tidak selalu sama. Kedua tanggal itu dicantumkan dalam lembar tagihan yang diterima nasabah. Suatu transaksi bernominal mata uang asing akan menggunakan kurs di tanggal pencatatan, bukan tanggal transaksi.

Perbedaan kurs yang besar di antara dua tanggal itu akan menimbulkan "kerugian", tapi bisa juga "keuntungan". 

 

Hal kedua adalah formula kurs, yaitu kurs harian VISA/MasterCard ditambah biaya bank. Kurs harian VISA bisa dilihat di sini, sementara biaya bank ditentukan oleh bank penerbit kartu kredit dan besarnya bervariasi 0-5%. Informasi tentang besaran biaya bank tersebut sangat sulit diperoleh dari pihak bank.

 

Walaupun pihak bank tampaknya enggan untuk transparan tentang besaran biaya tersebut, kita bisa menghitung sendiri setelah memahami dua hal yang diuraikan di atas.

Sebagai contoh, kartu kredit VISA yang diterbitkan Citibank dan CIMB Niaga sama-sama menambahkan 4% atas nilai kurs harian VISA. Kalau ada kartu kredit yang diterbitkan bank lain, coba dihitung berapa % biaya yang dikenakan.

 

Dengan mengetahui besaran biaya tersebut, sekarang kita bisa memilih kartu kredit mana yang sebaiknya digunakan untuk transaksi bernominal mata uang asing. Sementara yang membeli barang dengan niat untuk dijual lagi, bisa melakukan kalkulasi yang lebih baik.

 

Mekanisme perhitungan kurs di atas sekaligus menjelaskan kenapa tagihan kartu kredit berbeda dengan nilai kurs yang ditampilkan situs transaksi online. Situs-situs tersebut tidak terhubung dengan data kurs harian VISA/MasterCard, dan tidak tahu berapa % biaya bank yang kartu kreditnya digunakan. Situasinya berbeda kalau transaksinya memang sejak awal dikonversi ke Rupiah, bukan bernominal mata uang asing lalu dikurs ke Rupiah oleh bank.

 

Selamat berbelanja!

 

 

 

Please reload

QuickBooks 2020: Fitur Baru dan Perbaikan Lainnya

24.11.2019

1/8
Please reload

fiat lux
Categories :
Please reload