Waktu Berjalan, Risiko Investasi Berubah

Banyak ulasan tentang investasi yang bisa diikuti, baik berupa program acara di media elektronik, artikel di media cetak, maupun dalam format lain di media alternatif. Semua ulasan tersebut akan menguraikan pentingnya memahami aspek expected return (keuntungan yang diharapkan) dan risiko. Umumnya ulasan itu dibuat dari perspektif investor pemula, bagaimana memilih investasi yang baik. 

 

Para orangtua sejak dini disarankan untuk berinvestasi di reksadana saham untuk dana pendidikan anaknya. Dalam hal dana pendidikan, saat mulai berinvestasi dan saat investasi akan digunakan biasanya di atas 5 tahun. Sehingga pemilihan reksadana saham sebagai sarana investasi untuk dana pendidikan sudah tepat. Pertanyaan selanjutnya adalah, kalau sudah ada investasi, lalu apa?

 

Semua pihak yang berkecimpung di dunia reksadana akan memberikan saran yang sama untuk calon investor, kalau dana akan digunakan dalam waktu dekat investasikan di pasar uang yang berisiko kecil (dan menjanjikan keuntungan kecil), sedangkan kalau akan digunakan dalam jangka waktu yang masih lama investasikan di saham yang berisiko tinggi (dan menjanjikan keuntungan tinggi).

 

Sesaat sebelum pasar saham di Amerika Serikat mengalami "crash" di tahun 2008, banyak warganya berinvestasi di reksadana saham, baik untuk dana hari tua maupun dana pendidikan anaknya. Mereka mulai berinvestasi bertahun-tahun sebelumnya, dan selama bertahun-tahun menikmati pertumbuhan investasi yang sangat baik sejalan dengan tumbuhnya pasar saham di sana. Namun banyak di antara investor itu yang lupa atau tidak mengerti untuk memindahkan investasinya ke bentuk yang kurang berisiko ketika rencana penggunaannya semakin dekat. Seharusnya, 1 tahun terakhir menjelang dana pendidikan untuk kuliah akan digunakan, dana itu sudah berupa reksadana pasar uang atau deposito.

 

Saat pasar saham turun 50% lebih, begitu juga dana investasi mereka yang masih berupa reksadana saham. Banyak anak muda yang gagal melanjutkan kuliahnya di tahun itu karena dana pendidikan mereka lenyap sebagian besar. Walaupun pasar saham selanjutnya bisa kembali ke nilai 100% dalam waktu satu tahun kemudian, tapi banyak orangtua yang terlanjur menjual reksadananya dalam posisi rugi dan tiak berani lagi berinvestasi. Bagi investor yang tidak menjual, dana investasinya naik lagi ke nilai semula, tapi harus kehilangan waktu setahun untuk menggunakan dana tersebut.

 

Cerita di atas kembali mengingatkan kita bahwa investasi harus dikelola dan disesuaikan dari waktu ke waktu. Risiko investasi harus disesuaikan atau diturunkan dengan memindahkan dana dari investasi "high risk, high return" ke "low risk, low return" menjelang atau semakin dekatnya waktu dana tersebut direncanakan untuk digunakan.

 

Apakah investasi Anda sudah diatur ulang lagi akhir-akhir ini?

 

 

Please reload

QuickBooks 2020: Fitur Baru dan Perbaikan Lainnya

24.11.2019

1/8
Please reload

fiat lux
Categories :
Please reload